Ketua RT setempat Safrinal Sofaniadi mengungkapkan, meski kawasan perumahan ini terbilang rapi dan indah dengan tumbuhan pinus, namun ancaman DBD tetap mengintai. Karena itu mereka berinisiatif untuk meminta bantuan Partai Perindo untuk melakukan fogging.
“Ini bentuk antisipasi kami karena di Kota Semarang kan angka DBD cukup tinggi, apalagi saat ini memasuki musim hujan,” ujarnya.
Dia mengatakan, awalnya bersama warga berunding untuk melakukan rangkaian kegiatan membasmi nyamuk aedes aegypti. Warga diwajibkan menguras bak mandi dan penampungan air secara rutin untuk mencegah perkembangiakan nyamuk. Sementara untuk di lingkungan rumah digelar fogging dengan menggandeng Partai Perindo.
"Kami beserta warga di sini sepakat untuk fogging. Kebetulan di sini ada Pak Beny Setiyono (Ketua DPD Partai Perindo Kota Semarang), yang memiliki kelengkapan alat fogging dan sebagainya,” katanya.
Dia menuturkan, untuk indikasi warga yang terkena DBD memang tidak ada. Namun tahun-tahun pernah terjadi kasus DBD. “Makanya kami lakukan fogging dulu sebagai langkah antisipasi. Semoga warga kami tetap sehat dan tidak ada yang sakit akibat DBD,” ucapnya.