Dia menjelaskan kendati dinyatakan positif Covid-19, dirinya akan tetap bekerja secara daring atau virtual. Tiwi juga berharap semua orang yang pernah berinteraksi selama beberapa hari terakhir, untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan seperti isolasi mandiri atau tes usap PCR.
"Bagi siapapun, bapak ibu yang pernah bertemu saya dalam beberapa hari terakhir ini dan melakukan kontak erat, agar bisa menginformasikan ke dinas kesehatan untuk menjalani prosedur kesehatan yang diperlukan," katanya.
Ia juga mengatakan bahwa Covid-19 bisa menyerang siapa saja sehingga semua masyarakat Purbalingga harus terus memperkuat penerapan protokol kesehatan.
"Jangan anggap remeh Covid-19 karena bisa menyerang siapa saja, peningkatan kasus Covid-19 di Purbalingga harus menjadi perhatian bersama. Dengan demikian mari tingkatkan kewaspadaan dan perkuat 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, tingkatkan kedisiplinan kita melakukan protokol kesehatan, dan selain itu jaga imunitas tubuh," katanya.
Dia juga meminta doa dari semua warga agar dirinya bisa segera pulih dan beraktivitas seperti sedia kala dan bisa segera melayani seluruh masyarakat Purbalingga.
"Dalam kesempatan ini kami memohon doa dari semua warga Purbalingga agar bisa segera pulih dan bisa melayani seluruh masyarakat Purbalingga seperti sedia kala," katanya.
Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Purbalingga Prayitno saat dihubungi terpisah membenarkan bahwa Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi tertular Covid-19. "Iya benar. Bagi warga yang sempat kontak erat dimohon melakukan tes swab," katanya.