Laki-laki yang kesehariannya menjadi pengacara ini mengatakan, dirinya memulai menanam anggur Agustus 2020 lalu. Saat itu, pandemi Covid 19 semakin meningkat.
"Baru sekitar enam bulan hasilnya bisa lihat, tanaman anggur saya sudah bisa berbuah," ucapnya.
Dari segi buah, dirinya hanya ingin membuktikan bahwa di Kabupaten Blora anggur tetap bisa berbuah.
"Kalau dari segi ekonomi juga lumayan, buahnya itu bonus. Tapi yang lebih menghasilkan adalah bibitnya,” kata Yoyok Cahyadi.
Hanya menjual entres (tunas), dirinya bisa meraup keuntungan besar. Satu batang entres berisi 3-4 tunas, bisa jual dengan harga Rp50.000.
Dirinya menjual secara online dan komunitas anggur. Sekali pesan, ia bisa menjual 10-50 entres. Bisnis tanaman anggur cukup menjanjikan. Bahkan dirinya yang berprofesi sebagai pengacara, sekarang lebih memilih menikmati menanam anggur.
"Ketimbang pengacara, saya lebih memilih mengacarakan anggur. Santai dan sejuk," tuturnya.