Brobosan, Tradisi Berjalan di Bawah Keranda Jenazah Khas Masyarakat Jawa

Punta Dewa
Brobosan, Tradisi Berjalan di Bawah Keranda Jenazah. Prosesi brobosan saat pelepasan jenazah Adipati Mangkunegara IX di Pura Mangkunegaran sebelum menuju kompleks Pemakaman Raja Astana Girilayu Karanganyar. (foto: Antara)

Brobosan dilakukan setelah keranda jenazah dikeluarkan dari dalam rumah menuju tengah halaman. Pada pelaksanaannya, para keluarga disilakan untuk berjalan di bawah keranda jenazah yang diangkat.

Para kerabat dan tetangga akan membantu menyiapkan ubo rampe, makanan dalam sesaji atau sajen. Setelah ubo rampe selesai disiapkan, akan ada pidato dari perwakilan pihak keluarga.

Pidato berisi ucapan maaf mewakili seseorang yang meninggal, bila semasa hidupnya pernah memiliki salah. Kemudian, pidato diakhiri dengan doa dan brobosan.

Brobosan bertujuan agar keluarga yang ditinggalkan dapat melupakan kesedihan yang mendalam. Semua keluarga akan berkumpul dan melakukan ritual ini sebagai perpisahan terakhir sebelum jenazah dimakamkan. Dengan harapan, semua keluarga bisa benar-benar merelakan kepergian.

Ritual ini juga sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada jenazah untuk melepasnya ke alam keabadian. Tak hanya penghormatan untuk jenazah, tetapi juga untuk leluhur yang sudah meninggal lebih dulu.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Misteri Asal-usul Jangka Jayabaya, Berisi Ramalan Nusantara di Masa Depan

57 tahun lalu

Tradisi Sinoman, Kearifan Lokal Budaya Jawa yang Dijumpai saat Hajatan

57 tahun lalu

7 Pantangan Orang Jawa yang Tidak Boleh Dilanggar, Masih Dipercaya?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal