“Tiang penyangga masjid konon terbuat dari kayu jati. Informasinya, kayu itu sama dengan kayu jati yang digunakan Sunan Kalijaga saat membangun Masjid Agung Demak,” kata Sodikin, Minggu (3/5/2020).
Saat ini, serambi masjid telah dibangun dengan biaya swadaya masyarakat dan hasil kotak amal para peziarah, sehingga bangunan tampak megah. Namun masjid induknya masih berdiri di depan serambi dengan ciri khas kayu jati berusia ratusan tahun.
Peninggalan yang lain adalah gentong setinggi 1,5 meter dengan diameter 80 centimeter yang diberi nama Nyai Kong.
Gentong tersebut masih tertanam di sebelah kiri masjid dan air didalam gentong tersebut tidak pernah surut meski musim kemarau melanda. Warga dan peziarah menganggap air dalam gentong maupun sumur bisa ini menyembuhkan segala macam penyakit.