Kelik melanjutkan warga Semin diduga terkena antraks karena pekerjaannya sebagai jagal atau tukang sembelih sapi. Sedangkan dua lagi, warga Semanu dan Saptosari merupakan petani.
"Ini yang masih harus diteliti lebih lanjut karena dugaan awal mereka terpapar antraks dari pupuk kandang saat mengolah lahan pertanian," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty menjelaskan bahwa wilayah yang terkena antraks dipantau selama 2 X 60 hari.