Setelah ditelusuri terdapat beberapa peningkatan ini terjadi di beberapa lokus. Yang pertama terdapat di lokus kelompok dokter bedah. Dimana salah satunya terlambat mengidentifikasi pasien Covid-19 yang sudah dilakukan operasi.
"Jadi ini salah satunya adalah terlambatnya identifikasi pasien Covid-19 itu sendiri sehingga diketahui setelah dilakukan operasi,” katanya.
Selanjutnya, kemungkinan penularan kedua yakni dari salah satu kelompok dokter obstetri yang sebelumnya menangani pasien hamil Covid-19 dan dioperasi.
“Kemungkinan kedua, sebetulnya di kelompok bedah ini sebenarnya ada di kelompok obgyn. Di kelompok dokter obstetri ini memang sudah teridentifikasi pasien ini positif. Hamil dan dilakukan operasi,” katanya.