Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal turun langsung memantau proses evakuasi dan kondisi para pengungsi pascabencana.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tegal, total rumah yang terdampak bencana tanah bergerak Tegal mencapai 104 unit. Selain itu, lima bangunan sekolah turut mengalami kerusakan, mulai dari PAUD, Madrasah Ibtidaiyah, SD hingga SMA.
Hingga Selasa malam, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun warga mengaku khawatir karena kondisi tanah masih labil dan berpotensi bergerak susulan.
Sebelumnya, kawasan perbukitan di wilayah tersebut sempat diterjang banjir bandang setelah hujan deras mengguyur cukup lama. Kondisi itu menyebabkan Sungai Rambut meluap dan diduga memperparah stabilitas tanah.
BPBD Kabupaten Tegal mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi lanjutan bencana tanah bergerak, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi.