Kejadian serupa juga terjadi di SMA N II Rembang. Ketua PPDB SMA N II Rembang, Mohadi mengatakan sempat ada beberapa pendaftar belum mempunyai token. Mereka disarankan untuk menunggu informasi lebih lanjut.
Menurut dia, sebenarnya seluruh tahap pendaftaran peserta didik baru dilakukan dari rumah. Namun pihaknya tetap membuka loket pelayanan guna membantu pendaftar yang mengalami kendala.
“Temen-temen admin koordinasi dengan provinsi, bisa dilobi atau tidak, bagi yang belum punya token. Kalau lupa token, masih bisa dibantu. Ada 2 lab kita buka, untuk melayani PPDB, “ kata Mohadi.
Dia mengatakan kesalahan titik koordinat tempat tinggal siswa juga terjadi. Dia mencontohkan pendaftar warga Desa Sumberejo namun titik koordinatnya justru berada di tengah laut.
“Admin menelusuri dan bisa diatasi. Koordinat penting, karena jalur zonasi, jauh dekatnya rumah siswa dengan sekolah sangat menentukan. Kalau disuruh milih ya enak daftar langsung (offline). Cuman karena masih pandemi, ya kita harus menyesuaikan kebijakan, “ ujarnya.