Beberapa wilayah yang paling parah terendam yakni Bangetayu Kulon, dengan ketinggian air mencapai 20–50 sentimeter. Sementara di Banjardowo, Gebangsari, dan Genuksari, air menggenang hingga 60 sentimeter.
Kondisi terparah terjadi di depan RSI Sultan Agung, di mana air mencapai 80 sentimeter.
“Petugas harus mengevakuasi sejumlah pasien ke tempat yang lebih aman,” kata Aam.
Meski banjir di Semarang belum sepenuhnya surut, BNPB bersama BPBD terus berupaya melakukan penanganan di lapangan. Namun, sejumlah pompa pengendali banjir dilaporkan rusak, membuat proses penyedotan air menjadi lambat.
"Pompa-pompa pengendali banjir menjadi garda terdepan dalam menahan limpasan air. Di Rumah Pompa Tenggang, enam unit pompa disiapkan, namun hanya dua yang beroperasi karena empat lainnya tengah dalam proses peningkatan dari sistem diesel ke listrik," ujar Aam.