Sebagian warga mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga karena air datang dengan cepat, sehingga banyak perabot rumah tangga ikut terendam banjir Pekalongan.
Kasirin, salah satu warga terdampak, mengungkapkan kondisi banjir yang dialaminya terbilang paling parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Parah banjirnya dalam rumah sampai 1,5 meter. Warga mengungsi di kantor kecamatan. Ini banjir paling parah, lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Mau makan dan minum aja susah,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).
Ketua RW 1 Kelurahan Tirto Kota Pekalongan, Adhip Triyono, mengatakan kondisi warga saat ini cukup gelisah akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut.
“Kondisi warga sangat gelisah. Ini ujian dari Allah, hujan sangat besar sejak semalam. Evakuasi warga kami lakukan koordinasi dengan BPBD. Kami imbau warga bisa mengungsi agar terdata, khususnya untuk balita,” katanya.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa akibat banjir Pekalongan. Warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi di wilayah Pekalongan.