Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, banjir Demak berdampak pada delapan desa di empat kecamatan, yakni Guntur, Karangtengah, Wonosalam, dan Kebonagung.
Tanggul jebol terjadi di Kecamatan Guntur, tepatnya di Desa Trimulyo pada dua titik, yakni di Dukuh Solondoko sepanjang sekitar 30 meter dan Dukuh Solowere sepanjang 10 meter. Selain itu, tanggul juga jebol di Desa Sidoharjo dengan panjang sekitar 15 meter.
Akibat jebolnya tanggul, genangan air di sejumlah wilayah mencapai ketinggian 100 hingga 150 sentimeter. Kondisi terparah terjadi di Desa Trimulyo dan Desa Ploso, yang menyebabkan akses jalan tidak dapat dilalui kendaraan kecil.
Sementara itu, limpasan air juga terjadi di Desa Turitempel dan Sumberejo di Kecamatan Guntur, serta Desa Solowire dan Sarimulyo di Kecamatan Kebonagung, meski kondisinya relatif lebih aman. Di Desa Sidoharjo, aliran air dari tanggul jebol juga menggenangi area persawahan milik warga.
Banjir Demak mendapat perhatian serius dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto. Meski tengah berada di Manado untuk penanganan gempa bumi Magnitudo 7,6, dia langsung menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat.