Sementara Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sugih Waras Warsono mengatakan, sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa akibat banjir bandang tersebut. Sementara kerugian yang dialami warga diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
“Ya, kalau dikalkulasikan kerugian ratusan juta rupiah karena banjir bandang merendam kurang lebih 2 RT. Jumlah rumah yang terendam kurang lebih 60 kepala keluarga,” kata Warsono.
Warsono mengatakan, tak hanya menggenangi rumah warga Desa Sugihwaras, luapan air sungai akibat jebolnya tanggul tersebut juga membanjiri perumahan yang lokasinya berdampingan dengan Desa Sugihwaras tersebut.
Warga korban banjir berharap kepada pemerintah setempat maupun pemerintah pusat agar secepatnya memperbaiki tanggul tersebut. Apalagi, tanggul yang diperkirakan sudah berumur puluhan tahun tersebut sebelumnya sudah menunjukkan tanda-tanda akan jebol saat debit air irigasi meningkat.
Warga khawatir, jika tanggul tidak segera diperbaiki, permukiman mereka akan sering diterjang banjir bandang.