12 Bangunan Bersejarah yang Masih Kokoh Berdiri, Nomor 2 Jadi World Heritage

Reza Rizki Saputra
Candi Borobudur, bangunan bersejarah yang masih kokoh berdiri di Indonesia. Foto: dok.

10. Istana Kepresidenan RI Bogor

Istana Kepresidenan RI Bogor dibangun oleh Gubernur Jenderal Van Imhoof pada tahun 1744. Ia membangun istana ini karena terkesima melihat pemandangan dan ketenangan dari desa kecil di wilayah Bogor.

Istana yang memiliki nama asli Istana Buitenzorg ini dibuat menyerupai Blehheim Palace di Oxford, Inggris. Keseluruhan kompleks istana ini memiliki luas 1,5 hektare. Pada tahun 1950, setelah Indonesia merdeka istana ini resmi menjadi salah satu dari Istana Presiden Indonesia. Pada tahun 1968, Istana Bogor resmi dibuka untuk umum atas restu dari Presiden yang menjabat saat itu, Presiden Soeharto.

11. Gedung Bank Indonesia di Cirebon

Bangunan bersejarah yang masih kokoh berdiri selanjutnya yaitu Gedung Bank Indonesia di Cirebon. Pada masa penjajahan Belanda, gedung yang dibuka sejak 31 Juli 1866 ini difungsikan sebagai Kantor Cabang De Javasche Bank (DJB).

Gedung yang terbilang sangat megah ini dirancang oleh arsitek F.D Cuypers dan Hulswit. Bangunan ini terletak di Jalan Yos Sudarso Nomor 5 kota Cirebon. Gedung ini memiliki keunikannya tersendiri, yaitu hanya memiliki satu menara tidak seperti gedung lainnya yang memiliki dua menara.

12. Klenteng Sam Poo Kong

Bangunan bersejarah yang masih kokoh berdiri selanjutnya yaitu Klenteng Sam Poo Kong. Klenteng yang berada di Semarang ini didirikan sebagai penghormatan bagi Laksamana Cheng Ho. Ia merupakan seorang Islam keturunan Tionghoa yang memulai peradaban Cina di daerah ini.

Dari segi arsitektur, Klenteng Sam Poo Kong mengadopsi The Forbidden City yang ada di Cina. Hal ini bisa dilihat dari segi geografis klenteng ini yang berlokasi di dalam Goa Batu. Itu sebabnya masyarakat sekitar mengenal bangunan bersejarah dengan nama Gedung Batu.

Klenteng utama berada di bagian tengah yang dikelilingi oleh pelataran yang cukup luas. Di bagian dalam terdapat sebuah altar yang digunakan untuk sembahyang. Selain itu, ada juga beberapa patung Sam Po Tay Djien yang menghiasi beberapa titik di Klenteng ini.

Editor : Ary Wahyu Wibowo
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dikunjungi Dubes Boroujerdi, Jokowi Sampaikan Simpati ke Rakyat Iran

57 tahun lalu

Dubes Belanda Temui Jokowi di Solo, Bahas Apa?

57 tahun lalu

Kaleidoskop 2025: 10 Bencana Alam Paling Mematikan di Indonesia, Renggut Ribuan Jiwa

57 tahun lalu

Aceh Surati 2 Lembaga PBB, Minta Ikut Terlibat Pemulihan Pascabencana Banjir-Longsor

57 tahun lalu

Gelar Sholawat Kebangsaan, Menag: Indonesia Kuat karena Kerukunan Umat Terjaga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal