Selain itu, jika ingin merasakan sensasi hawa dingin plus kabut ala pegunungan, pengunjung bisa menginap di Astana Hinggil. Ada dua opsi yang bisa dipilih yakni menginap di villa atau camping ground alias di tenda terbuka.
Dia mengatakan, pertengahan tahun seperti sekarang ini waktu yang tepat untuk merasakan sensasi tidur di alam terbuka yang ada di Astana Hinggil. Sebab cuaca cenderung cerah dan jarang turun hujan.
Saat pagi hari, pengunjung bisa melihat warna jingga matahari terbit (sunrise) dari arah timur perbukitan yang tak jauh dari lokasi camping ground. Itupun masih ditambah sensasi uap tipis-tipis yang keluar dari hidung karena saat pagi cuaca di Astana Hinggil cukup untuk membuat badan menggigil kedinginan.
Saat sore hari pengunjung bisa melihat sunset dari arah barat lokasi camping ground. Pemandangan kawasan pesisir Jepara dan panorama Laut Jawa kian menambah syahdu suasana di camping ground Astana Hinggil.
"Paket camping ground mulai dari Rp200.000, sudah dapat 1 tenda dan 2 matras untuk 2 orang. Di lokasi camping ground juga ada aula, kamar mandi, tempat ibadah dan fasilitas pendukung lainnya sehingga tak perlu repot jika ingin mandi, buang hajat atau lainnya," ujarnya.
Salah seorang pengunjung, Fajar mengaku terkesan dengan panorama alam di kawasan Astana Hinggil yang masih asri dan alami. Pengunjung asal Kota Semarang yang datang ke Astana Hinggil dengan tiga temannya ini memutuskan buka tenda di camping ground pada Jumat (14/7) sore hingga Sabtu (15/7). Pada Minggu (16/7) ia menjajal wisata pasir putih di Pantai Bandengan.
"Lokasi camping ground enak, tadi bisa lihat sunset indah banget. Susah nyari yang kayak gini di Semarang, mau ke pusat kota Jepara atau pantai juga dekat. Ini cocok sekali untuk anak-anak muda yang hobi traveling seperti kami ini," ujarnya.