Terdapat selisih 16.298 kendaraan atau sekitar 14 persen yang belum kembali melintasi gerbang tol tersebut.
Sementara itu, di Gerbang Tol Kalikangkung, volume kendaraan tercatat jauh lebih besar. Puncak arus mudik mencapai 72.418 kendaraan pada H-2 Lebaran, sedangkan arus balik mencapai 61.734 kendaraan pada H+4.
Total kendaraan keluar mencapai 485.502 unit, sementara yang masuk kembali sebanyak 415.019 unit. Selisihnya mencapai 43.483 kendaraan atau sekitar 9,5 persen yang belum kembali.
Meski terjadi lonjakan kendaraan, arus lalu lintas tetap dapat dikendalikan. Hal ini berkat penerapan berbagai strategi rekayasa lalu lintas seperti sistem one way, contraflow, hingga pengaturan di titik rawan kemacetan.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto, menyebut pengelolaan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini berjalan optimal.