JAKARTA, iNews.id - Masalah banjir yang melanda sejumlah kawasan di Kota Semarang, Jawa Tengah selama lebih dari tujuh hari terakhir menjadi perhatian serius DPRD setempat. Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Nunung Sriyanto, menyoroti bahwa wilayah timur kota, khususnya Genuk, Tambakrejo, Trimulyo dan Muktiharjo Kidul menjadi lokasi terdampak paling parah.
Nunung mengungkapkan bahwa genangan air terjadi dengan sangat cepat meskipun hujan hanya berlangsung beberapa jam. Dia menjelaskan, kondisi tersebut disebabkan oleh perubahan pola aliran air dari daerah hulu yang kini lebih lancar menuju hilir setelah normalisasi jembatan Nogososro.
“Masalahnya, debit air dari atas sekarang mengalir sangat cepat ke bawah karena jembatan-jembatan di kawasan itu sudah ditinggikan. Akibatnya, air menumpuk di wilayah Muktiharjo Kidul,” ujar Nunung dikutip dari iNews Pantura, Rabu (29/10/2025).
Menurut dia, seharusnya air dari hulu bisa langsung mengalir ke laut. Namun, keberadaan sabuk pantai justru menahan aliran tersebut, sehingga sangat bergantung pada pompa air yang kapasitasnya masih terbatas.
“Pemerintah sebenarnya sudah berupaya mengatasi hal ini dengan membangun embung dan sabuk pantai. Progresnya sudah berjalan, dan ditargetkan selesai sekitar tahun 2027,” katanya.