Selain itu anaknya memang kerap marah-marah saat permintaannya tidak dituruti.
“Sebelumnya, saya mau dibunuh, sudah ditodong senjata tajam, saya tangkis,” katanya.
Ghozali mengaku saat kejadian tidak sedang di rumah.
“Adik-adiknya sudah nikah semua. Saya kaget sekali (kejadian ini), waktu itu (kejadian) cuma berdua sama Ibunya,” ucapnya.
Informasi diperoleh iNews, pembunuhan ini terjadi Selasa (18/2/2025) pukul 23.15 WIB. Ketika itu seorang tetangga mendengar teriakan korban meminta tolong.
Saat didatangi saksi, korban sudah tergeletak di depan rumah dalam keadaan berlumuran darah. Pelaku diduga anak laki-laki yang langsung meninggalkan lokasi kejadian.
Warga kemudian melarikan korban ke RS Roemani Semarang. Kendati sudah mendapat perawatan medis, nyawa korban akhirnya tak tertolong.
Polisi yang menerima informasi langsung datang ke TKP. Kasus pembunuhan ini sudah dalam penanganan polisi setempat.