“Sekolah harus diantar dan ditunggui, untung sekolah juga peduli dan perhatian," ucapnya.
Pihak keluarga juga berupaya tegar menghadapi permasalahan tersebut. Banyak dukungan dari rekan profesi sesama guru. Termasuk tawaran pendampingan psikologis. Saat ini diakui Rohman, istri dan anak IYA dilarang menggunakan handphone terlebih dahulu.
"Sekarang anak dan istrinya tidak boleh lagi pegang HP," katanya.