Di setiap kampung, pemerintah membangun balai nelayan, docking kapal, hingga pabrik es portabel. Selain itu tersedia shelter cold box dan shelter pendaratan ikan untuk menjaga kualitas hasil tangkapan.
Tak hanya itu, terdapat kios pemasaran ikan, bengkel nelayan, serta fasilitas perbaikan jaring. Dukungan logistik lainnya juga disiapkan agar rantai distribusi hasil laut lebih efisien.
Konsep ini dirancang agar nelayan tidak hanya bergantung pada tengkulak. Pemerintah ingin nelayan memiliki akses pasar yang lebih luas dan harga jual yang lebih kompetitif.
Presiden Prabowo menegaskan, program Desa atau Kampung Nelayan Merah Putih bertujuan membebaskan nelayan agar lebih mandiri. Pemerintah bahkan membuka peluang ekspor langsung dari desa jika kapasitas telah memenuhi syarat.
“Jadi Saudara-saudara, nanti desa-desa itu kita beri kebebasan, kalau dia mampu, kita akan permudah akses kepada ekspor. Dia bisa ekspor langsung,” ujar Prabowo dalam Indonesia Economic Outlook 2026, Jumat (13/2/2026).