Selain itu, puasa melatih diri untuk senantiasa merasa dekat dengan Allah, mengekang hawa nafsu, dan menyadari pengawasan Allah setiap saat. Puasa juga mempersempit ruang gerak setan dalam tubuh manusia, sehingga mengurangi potensi maksiat. Lebih lanjut, puasa mendorong peningkatan ketaatan, dan membantu orang kaya merasakan penderitaan lapar yang dialami oleh kaum fakir miskin.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ
"Sesungguhnya puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa neraka."
Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ صَامَ يَوْمًا فِى سَبِيلِ اللَّهِ بَعَّدَ اللَّهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا
"Barangsiapa berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkannya dari neraka sejauh perjalanan tujuh puluh tahun." (HR. Bukhari)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَىْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِى فِيهِ. قَالَ فَيُشَفَّعَانِ