SEMARANG, iNews.id - Sejumlah pasar tradisional di Jawa Tengah (Jateng) menerapkan jaga jarak atau physical distancing untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Dengan memanfaatkan badan jalan, cara ini dinilai cukup ampuh untuk memutus mata rantai penularan virus sekaligus menumbuhkan perekonomian masyarakat.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) pun memberikan pujian atas penerapan jagar jarak yang sudah diterapkan di 13 pasar tradisional di Jateng ini. Bahkan, penerapan jaga jarak direkomendasikan dilakukan pasar-pasar tradisional di Indonesia sehingga perekonomian tetap berjalan.
Berikut fakta-fakta menarik yang dihimpun dari pasar jaga jarak ini:
1. Diawali dari Kota Salatiga
Aktivitas Pasar Pagi di Kota Salatiga memanfaatkan Jalan Sudirman. Selain itu, jarak antara pembeli juga diatur sedemikian rupa sehingga bisa menerapkan protokol kesehatan physical distancing. Pasar itu beroperasi mulai Senin 27 April 2020 dan melayani pembeli mulai pukul 01.00 WIB sampai 06.30 WIB.
2. Ganjar Sebut Tiru Myanmar
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, dirinya sebenarnya telah lama mengusulkan penerapan pasar yang menerapkan physical distancing itu kepada bupati dan wali kota di daerahnya. Dia mendapat ide dari Myanmar yang telah lebih dulu menerapkannya.
"Idenya saya lihat di Myanmar, lalu saya share ke mereka para bupati wali kota, bisa tidak dilakukan. Ternyata Salatiga yang melakukan. Hari ini saya tag di Instagram saya karena memang sangat menginspirasi," kata Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Selasa (28/4/2020).