Selain itu, polisi juga menyelidiki sisa minuman keras (miras) oplosan yang dikonsumsi lima warga itu, untuk barang bukti dan dibawa ke laboratorium untuk mengetahui apakah benar meninggalnya karena minuman keras oplosan.
Keluarga korban Budiyono, Sri Lestari (36) menuturkan, pamannya Budiyono, sebelum meninggal dunia minum minuman keras oplosan bersama empat temannya pada Minggu (8/9/2019).
Mereka kembali minum pada Senin (9/9). Namun, dia setelah pulang merasakan pusing.
Menurut dia, Budiyono yang dikira sakit masuk angin sempat dikerok tubuhnya oleh kakaknya, tetapi dia kemudian saat dilihat di kamarnya kemudian sudah meninggal dunia pada Selasa (10/9/2019) sekitar pukul 05.30 WIB.
Tiga korban jiwa lainnya yang diduga setelah mengosumsi minuman keras oplosan tersebut, yakni Joko Semedi, dan Iput. Sedangkan, Klowor meninggal di Rumah Sakit Umum Dr. Moewardi Solo, Rabu sore.
Menurut Agung Santoso (35), tetangga lima korban, sebelumnya ada seorang penjual yang memberikan contoh minuman keras oplosan kepada mereka dengan gratis. Pedagang minuman keras oplosan itu, kini kabur dan sedang dicari oleh polisi.