Selain LB Moerdani, nama-nama yang pernah menjadi Dangrup 1 Kopassus antara lain Wismoyo Aris Munandar, Pramono Edhie Wibowo.
Kekuatan Grup 1 terdiri dari 3.274 personel dalam empat batalyon tempur yaitu:
• Batalyon 11/Atulo Sena Baladhika
• Batalyon 12/Asabha Sena Baladhika
• Batalyon 13/Thikkaviro Sena Baladhika
• Batalyon 14/Bhadrika Sena Baladika.
2. Grup 2 Kopassus/Sandi Yudha
Terbentuknya Grup 2 Kopassus/Sandi Yudha pada 1962 tidak lepas dari peristiwa sejarah di mana negara tengah menghadapi banyaknya pemberontakan bersenjata di antaranya DI/TII, Repulik Maluku Selatan (RMS) di Ambon, kemudian PRRI/Permesta, Operasi Trikora di Irian Barat, dan G30S/PKI.
Keberadaan Grup 2 Kopassus di Jawa Tengah sangat penting mengingat daerah tersebut menjadi basis G30S/PKI. Kehadiran Kopassus yang saat itu masih bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) berhasil memukul pemberontakan Komunis di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Selanjutnya, 12 Februari 1966 Resimen Para Komando Angkatan Darat (Menparkoad) berubah nama menjadi Puspassusad atau Pusat Pasukan Khusus Angkatan Darat. Akibat perubahan itu, Batalyon-2 bertugas melakukan Para Komando dan Sandi Yudha.