Dia mengatakan, dengan penunjukan laboratorium jejaring ini, maka peneguhan diagnosis pasti Covid-19 tidak lagi menunggu hasil uji laboratorium dari pemerintah pusat untuk uji Polymerase Chain Reaction (PCR). Sebab dengan satu laboratorium di pusat untuk menguji sampel dari seluruh Indonesia, maka waktu tunggunya akan menjadi sangat panjang.
“Ini akan mempercepat hasil untuk diketahui. Apalagi diagnosis pasti infeksi Covid-19 harus dilakukan dengan PCR, bukan rapid test,” ujarnya.
Untuk peneguhan diagnosis pasti Covid-19 diperlukan uji pemeriksaan dengan metode PCR yang berasal dari sampel usapan atau swab nasofaring atau bagian dalam hidung dan orofaring atau bagian dalam mulut dan tenggorokan. Dari usapan ini akan dites PCR untuk mencari virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan infeksi Covid-19.
“Ada dokter dan 13 staf laboratorium yang akan bekerja untuk melakukan uji pemeriksaan dengan metode CPR ini,” ujarnya.
Setiap perguruan tinggi menurutnya memiliki kompetensi untuk melakukan pemeriksaan dengan metode PCR. Namun demikian, laboratorium yg melakukan pemeriksaan ini harus minimal berlevel BSL-2.
Para tenaga laboratorium juga telah dilengkapi dengan pakaian dan prosedur penanganan agar mereka terhindar dari risiko tertular virus corona. Mereka wajib menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.
“Sudah ada prosedur biosafety yang kami terapkan dalam laboratoroum,” katanya.