"Panjenengan badhe tindak pundi?" (Anda akan pergi ke mana?)
"Kula nyuwun pangapunten." (Saya mohon maaf.)
"Menapa panjenengan sampun dhahar?" (Apakah Anda sudah makan?)
"Mangga, panjenengan pinarak rumiyin." (Silakan, Anda duduk dulu.)
"Kula badhe nyuwun pirsa." (Saya akan bertanya.)
"Panjenengan kersa ngunjuk napa?" (Anda ingin minum apa?)
"Damel napa panjenengan rawuh mriki?" (Ada keperluan apa Anda datang ke sini?)
"Kula mboten ngertos menapa panjenengan ngendika." (Saya tidak mengerti apa yang Anda katakan.)
"Matur nuwun sanget, panjenengan sampun paring pitulungan." (Terima kasih banyak, Anda sudah memberikan bantuan.)
"Kula nyuwun pamit, panjenengan." (Saya mohon pamit, Anda.)
"Sugeng enjing, panjenengan." (Selamat pagi, Anda.)
"Sugeng siyang, panjenengan." (Selamat siang, Anda.)
"Sugeng sonten, panjenengan." (Selamat sore, Anda.)
"Sugeng dalu, panjenengan." (Selamat malam, Anda.)
"Sampeyan saged paring wekdal sekedhap?" (Anda bisa memberikan waktu sebentar?)
Kenali lawan bicara Anda: Pastikan Anda memahami dengan siapa Anda berbicara. Jika ragu, lebih baik menggunakan bahasa yang lebih formal.
Gunakan kosakata yang tepat: Pilih kata-kata yang sesuai dengan tingkat tutur ngoko alus.
Perhatikan intonasi dan ekspresi wajah: Gunakan intonasi yang sopan dan ekspresi wajah yang ramah.
Contoh kalimat ngoko alus di atas hanyalah sebagian kecil dari kekayaan Bahasa Jawa. Dengan terus belajar dan berlatih, kita dapat semakin menguasai tingkatan bahasa ini, sehingga mampu berkomunikasi dengan lebih santun dan efektif dalam berbagai situasi.