Tumpeng yang disajikan, kata Distyo merupakan simbol kebersamaan dan kerukunan. Seperti halnya dengan doa bersama oleh masing-masing agama yang ada di Indonesia.
"Seperti doa tadi, tumpeng didoakan beberapa agama itu wujud kita biar saling guyub tidak terpisahkan dengan agama A agama B, di saat ini kita buktikan bahwa kita beda tapi tetap satu. Yakni Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila," paparnya.
Menurutnya, Pancasila menjadi pusaka terpenting bagi ajaran Kekadangan Wringin Seto sehingga dalam lambang Garuda Pancasila dan bendera Merah Putih dikirab.
"Jadi dalam ajaran Wringin Seto ini pusaka paling hebat itu Pancasila untuk nilai kesatuan di republik indonesia ini. Ini acara rutin tahunan," tuturnya.
Dalam Ucap Syukur tahun ini, Distyo berharap Indonesia dalam keadaan aman, damai dan terbebas dari bencana.