Dia menyebutkan, banyaknya tuduhan yang tidak mendasar membuat M tidak mau keluar rumah. Sebagai kuasa hukum, dia pun harus berusaha meyakinkan kliennya agar tetap tegar dan menjalani semuanya dengan tegar dan sabar. "Karena hampir setiap saat beliau menangis," ujar Robert.
Selain M, suaminya juga merasakan hal serupa. Kuasa hukum Yosep, Rohman Hidayat, menyebut pisikologis klienya saat ini dalam kondisi tertekan. Tidak hanya karena kematian anak kandungnya Amelia dan istri pertamanya Tuti, tetapi juga respons dari medsos. Dia tidak menyangka, kasus ini menyedot perhatian netizen seperti di Facebook, Instagram, TikTok bahkan YouTube.
"Banyak asumsi liar yang mengkait-kaitkan bahwa klien saya seolah-olah sebagai terduga pelaku, terutama di medsos. Apabila banyak pihak yang seperti memojokan jelas membuat pisikologis seseorang itu tergaggu," tutur dia.
Rohmah meyakini jika kliennya Yosep tidak terlibat dalam peristiwa yang menimpa keluarganya itu. Apalgi dia sangat menyayangi keluarga besarnya, apalagi anak bungsunya Amelia.
"Peristiwa kematian anak dan istrinya yang tidak wajar ini saja membuat Pak Yosefp sangat terpukul," katanya.
Menurutnya, saat malam yang diduga menjadi peristiwa pembunuhan Yosef sedang berada di rumah istri mudanya. Dia pulang ke rumah istri tuanya di Jalan Cagak pada Rabu pagi hendak mengambil peralatan golf, pada saat itu lah dia menemukan istri dan anaknya sudah meninggal.