Sementara aksi oknum yang mengaku petugas kesehatan keliling itu terungkap setelah Unit Kantor Keimigrasian (UKK) Cianjur, kedatangan seorang pria menawarkan jasa penyemprotan disinfektan di lingkungan kantor tersebut.
"Melihat dari penampilan kami awalnya percaya kalau oknum tersebut dari dinas terkait, mereka menawarkan jasa penyemprotan disinfektan dengan kuitansi sebesar Rp800.000 yang sudah dicap dan ditandatangani," kata Kepala Humas Kantor Imgirasi Sukabumi Adi Heryadi.
Petugas langsung curiga karena belum bertugas oknum tersebut sudah menyerahkan kuitansi, sehingga untuk memastikan keberadaan orang yang mengaku dari Dinkes Cianjur itu, petugas menghubungi dinas terkait dan mendapat jawaban tidak ada penawaran berbayar.
"Petugas kami langsung menghubungi orang dinkes, sedangkan pelaku yang melihat gelagat tersebut, langsung menghilang dengan dalih menunggu di luar area kantor. Bahkan saat tim dari dinkes datang dan melakukan pencarian tidak menemukan oknum tersebut," katanya.