Warga Terdampak Proyek Kereta Cepat di Purwakarta Dirikan Tenda di Tengah Jalan

Irwan Sahputra
Warga terdampak proyek Kereta cepat Jakarta-Bandung di Kampung Tegal Nangklak, Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, menutup jalan desa dengan mendirikan tenda, Kamis (28/5/2020). (Foto: iNews/Irwan)

PURWAKARTA, iNews.id - Belasan kepala keluarga di Kabupaten Purwakarta yang rumahnya rusak terdampak proyek terowongan kereta cepat Jakarta-Bandung, mendirikan tenda di tengah jalan desa. Warga kesal lantaran belum mendapat ganti rugi sekian lama.

Sebanyak 13 rumah warga yang rusak akibat pengerjaan terowongan kereta cepat berada di Kampung Tegal Nangklak, Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Dari jumlah tersebut lima di antaranya hancur. Dinding dan atapnya ambruk. Selain itu lantainya juga amblas sekitar 30 hingga 40 sentimeter.

Kerusakan rumah warga tersebut sudah terjadi sejak Oktober 2019 lalu. Kini kondisinya semakin parah seiring berjalannya waktu dan curah hujan yang tinggi.

Warga pun menutup jalan desa dengan mendirikan tenda dan mendiaminya. Hal ini dilakukan sebagai wujud kekecewaan kepada pihak pelaksana proyek yang belum menunaikan tanggung jawabnya. Sejumlah warga juga sekaligus mengungsi ke tenda tersebut lantaran rumahnya rusak parah.

Warga sudah meminta ganti rugi kepada penanggung jawab proyek PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Sambil menunggu solusi yang sesuai, warga mendapat Rp1 juta per bulan untuk mengontrak rumah.

"Saya sudah terlalu kesal. Sudah lama nunggu keputusan. Jadi saya terpaksa pasang tenda. Kami sudah dua malam tinggal di situ. Sudah miskin, lagi tunawisma saya sekarang," kata Ajid, salah satu warga terdampak, Kamis (28/5/2020) siang.

Yang diinginkan warga, penanggung jawab proyek memberi keadilan dengan solusi yang aman. Mereka pun tak ingin lagi tinggal di lahan yang ada terowongan di bawahnya.

"Pertemuan sudah dua kali, tapi belum ada keputusan yang konkret. Harapan kami rumah kami dibeli saja sama perusahaan, atau dipindahkan dengan nilai lahan dan bangunan yang sama," ujar Junaedi, warga terdampak lainnya.

Hingga kini, belum dapat diperoleh keterangan dari penanggung jawab proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, terkait tuntutan warga.

Rencananya aksi ini akan terus dilakukan sampai warga mendapat solusi yang adil.

Editor : Rangga Permana
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kronologi Pejabat BKAD Purwakarta Ditemukan Tewas Bersimbah Darah, Rumah Terkunci

57 tahun lalu

Purwakarta Geger! Pejabat BKAD Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumah

57 tahun lalu

Penyebab Granmax Tabrak Truk Tewaskan 1 Orang di Tol Cipularang, Sopir Diduga Microsleep

57 tahun lalu

Kronologi Kecelakaan Tewaskan 1 Orang di Tol Cipularang, Granmax Tabrak Truk dari Belakang

57 tahun lalu

Preman Penganiaya Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta Ditangkap, Begini Tampangnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal