Warga Setiabudi Bandung Dijual ke Myanmar, Lihat WNI Disiksa dan Disetrum

Ervan David
WNI jadi korban perdagangan orang di Myanmar. Mereka dipekerjakan oleh sindikat penipuan online. (FOTO: tangkapan layar)

BANDUNG, iNews.id - Theodora Mayang, warga Isola, Kecamatan Setiabudi, Kota Bandung jadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Myanmar. Korban kerap melihat WNI disiksa dan disetrum oleh sindikat jika tidak mencapai target kerja.

Korban Theodora Mayang merupakan teman dari Noviana Indah Susanti (37), warga Kampung Baros Sukaraja, RT 06/10, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, yang juga jadi korban perdagangan orang di Myanmar. 

Selain Theodora dan Noviana, puluhan warga negara Indonesia (WNI) juga menjadi korban TPPO di wilayah konflik tersebut. Mereka tertipu lowongan kerja online yang menawarkan bekerja di Thailand dengan gaji besar dan syarat mudah.

Mereka diberangkatkan oleh agen asal Bekasi. Setelah sampai di Thailand, mereka ternyata dipekerjakan oleh sindikat penipuan online atau scammers. Bahkan sampai saat ini keluarga kesulitan untuk berkomunikasi dengan korban. 

Dalam video amatir yang beredar, puluhan WNI disekap dalam sebuah ruangan di Myanmar. Narasi video tersebut, terdengar seluruh WNI diperlakukan tidak manusiawi oleh sindikat penipu online yang bermarkas di Myawaddy, Myanmar.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap, Modus Perekrutan WNI Korban Perdagangan Orang di Myanmar

57 tahun lalu

20 WNI Disekap di Myanmar, Mahfud MD Sebut Pemerintah Alami Kesulitan Dalam Pembebasan

57 tahun lalu

Pemulangan Warga Cimahi Korban Perdagangan Orang di Myanmar Tidak Mudah, Ini Penyebabnya

57 tahun lalu

Perempuan asal Cimahi Korban TPPO di Myanmar, BP2MI Jabar Koordinasi ke Kemenlu

57 tahun lalu

Perempuan asal Cimahi Korban TPPO, Dipaksa Kerja Jadi Scammer Online di Myanmar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal