Kedua mata korban ditutup kain. Di dalam mobil, korban disiksa, tubuhnya diinjak-injak oleh para pelaku. Selain tangan kosong, para pelaku juga memukul korban menggunakan kunci roda dan gagang pistol milik pelaku yang mengaku aparat itu.
Bahkan si penculik yang mengaku aparat mengancam akan membantai keluarga korban jika melawan atau kabur dan melapor ke polisi.
"Pelaku yang mengaku anggota tersebut mengancam akan membatai keluarga saya jika melapor ke polisi," ujar korban.
Selama berada di mobil, posisi badan korban telungkup di bawah, diinjak-injak, dipukul dan tangannya diikat menggunakan tali rapia.
"Saya terus dipukuli dari pertama saya di mobil (Pangandaran) sampai di lokasi terakhir Kota Tangerang," tutur AK.