Fani menuturkan, pada September 2021, dia sempat menjalani CT Scan di Rumah Sakit Santosa untuk melihat apa yang terjadi di kepalanya. Hasilnya dikatakan dokter, kondisinya baik. Namun harus dijadwalkan menjalani CT Scan ulang sepekan kemudian untuk melihat gangguan pada lehernya.
"Namun sebulan berselang CT Scan yang dijadwalkan pada Cucu tidak terlaksana. Pihak rumah sakit menyerah lantaran obat bius yang diberikan pada Cucu sebelum CT Scan tidak mempan," tuturnya.
Pihak RS Santosa Bandung, kata Fani, tidak mau ambil risiko untuk membius total karena tidak punya alat untuk menjamin keselamatan Cucu. "Sampai minggu kemarin masih sempat ke RS Santosa, tapi sekarang sudah enggak karena pihak rumah sakit enggak sanggup menanganinya," ucap Fani.
Saat ini ibunya dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun pihak keluarga perlu menunggu lama sebelum akhirnya bisa mendapatkan penanganan. Sambil menunggu jadwal penanganan di RSHS, dia dan keluarga yang lain berikhtiar dengan mencoba pengobatan spiritual ke tokoh agama.
"Sambil nunggu kami coba pengobatan tradisional saja. Semoga kondisi ibu ada perubahan dan terus membaik," ujarnya.