Sementara itu, Jurnia, mengatakan, kebijakan itu akan semakin menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan BBM. Sementara, harga Pertamax naik dan sulit dijangkau masyarakat kalangan menengah ke bawah.
"Kalau orang-orang yang gak ngerti aplikasi itu, my (my Pertamina), apa yaa, pasti larinya ke Pertamax kan. Sementara harga Pertamax kan mahal. Bagi driver online tentu sangat memberatkan.
"Ibu kan ngojek A. Ini daripagi udah dihidupkan (motornya), tapi belum dapat (penumpang) sama sekali. Susah. Sehari kadang cuman dapet dua (penumpang). Teu saimbang jeng bengsin (tidak seimbang dengan (pengeluaran untuk membeli) bensin)," ujar Jurnia.