Warga Bandung Keluhkan Aturan Pembatasan Pembelian Gas Elpiji 3 Kg dengan KTP

Ervan David
Yuwono Wahyu
Aturan pembelian dengan menunjukkan KTP dan pembatasan penjualan gas 3 kg dikeluarga masyarakat. (FOTO: iNews/ERVAN DAVID)

BANDUNG, iNews.id - Warga Kota Bandung mengeluhkan kebijakan pemerintah terkait pembelian gas elipiji 3 kg dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP). Aturan itu membuat warga semakin sulit mendapatkan gas elpiji untuk keperluan sehari-hari.

Selain pembeli, pembatasan penjualan elpiji juga dikeluhkan pedagang. Penjualan gas subsidi di tingkat pangkalan pun dibatasi sehingga omzet menurun. 

Biasanya dalam satu hari, pihak pangkalan bisa menjual tabung gas elpiji 3 kg sebanyak 120 tabung kepada pedagang eceran di warung. Kini hanya 40 atau hanya 40 persen.

Rahmat Soleh, pemilik pangkalan gas elpiji 3 kg di Jalan Surapati, Kelurahan Cihaur Geulis, Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung, mengatakan, sekitar 70 persen pembeli tabung gas subsidi adalah masyarakat menengah ke bawah dan pelaku UMKM. 

"Kebijakan baru pemerintah terkait gas elipiji 3 kg ini, membuat mereka kesulitan mendapatkannya. Warga hanya boleh membeli dua tabung gas 3g per hari," kata Rahmat.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ini Solusi Ridwan Kamil Atasi Kemacetan di Akses ke Masjid Al Jabbar Bandung

57 tahun lalu

Ratusan Ton Sampah Kota Bandung Tidak Terangkut akibat Jalan Ambles di TPA Sarimukti

57 tahun lalu

Wow, Juragan Angkringan Bandung Gelar Hajatan Sunat Habiskan Dana Rp3 Miliar

57 tahun lalu

Protes Tiket Kereta Api Jakarta-Bandung Naik, Warga Galang Dukungan Petisi Daring

57 tahun lalu

5 Daerah Penghasil Stroberi di Jawa Barat, dari Bandung hingga Ciamis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal