Untuk tahun ini, pemerintah fokus mengatasi kemiskinan ekstrem di tujuh provinsi, yakni Jabar, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua, dan Papua Barat.
"Di Jabar ada lima kabupaten yang kita harapkan akhir Desember bisa menyelesaikan kemiskinan ekstrem," ujarnya.
Lebih lanjut Ma'ruf mengatakan, dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem, pemerintah menerapkan dua pola penanggulangan, yakni lewat program perlindungan sosial dan pemberdayaan.
Melalui rapat koordinasi dengan Pemprov Jabar bersama lima pemerintah kabupaten di Jabar itu, kata Ma'ruf, pihaknya berupaya melakukan berbagai sinkronisasi, terutama data warga miskin penerima program penanggulangan kemiskinan ekstrem.
"Anggaran sudah cukup, tinggal kita upayakan tepat sasaran. Ini seringkali jadi masalah yaitu data penerima," katanya.
Diketahui, sehari sebelumnya, Ma'ruf juga telah memimpin rapat koordinasi secara virtual dengan para gubernur dari 7 provinsi prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem 2021, yakni Gubernur Jabar, Jateng, Jatim, NTT, Maluku, Papua, dan Papua Barat beserta 35 bupati dari ketujuh provinsi tersebut.
Sebagai informasi, dari lima kabupaten di Provinsi Jabar yang menjadi prioritas penanganan kemiskinan ekstrem tahun ini, total jumlah penduduk miskin ekstrem mencapai 460.327 jiwa dengan total jumlah rumah tangga miskin ekstrem sebanyak 107.560 rumah tangga.