Dosen UIN Syarif Hidayatullah Ciputat ini menegaskan, bahwa Ijtima 3.000 Ulama membawa semangat persatuan dan ukhuwah Islamiah. Sehingga sudah saatnya para ulama, dai dan mubalig menyampaikan pesan-pesan perdamaian dan menyejukan. Tidak mengemuka lagi ego, hanya karena berbeda dalam pandangan politik.
"Kita ingin memanfaatkan forum ijtima untuk mengirimkan pesan-pesan perdamaian kepada umat. Hindari perpecahan hanya karena berbeda pandangan politik. Ulama harus bersatu, agar mampu mengawal Indonesia ke arah kemajuan yang memberikan kemaslahatan untuk umat,” ujarnya.
Pada tahun 2018, Presiden Joko Widodo pernah memberikan orasi ilmiah pada forum ijtima ini. Beberapa tokoh nasional dari dalam dan luar negeri seperti menteri agama, ketua umum MUI Pusat, ulama dari Iraq dan Suriah juga pernah memberi orasi ilmiah dalam Ijtima Ulama yang rutin dilaksanakan dua kali dalam satu tahun.
Bersamaan dengan Ijtima 3.000 Ulama, juga akan dilaksanakan prosesi Wisuda 50 kader ulama angkatan XIII yang sudah menempuh Pendidikan Kader Ulama selama empat bulan.