Sementara itu, berdasarkan pantauan video amatir yang viral di media sosial, dalam rekaman terdengar suara musik cukup keras. Sejumlah ibu-ibu menyeberangi rel. Sementara, kereta api terlihat mendekat.
Nahas, korban tersambar kereta yang melaju kencang. Terdengar suara benturan kepala korban dengan kereta. Perekam video pun berteriak, "Au.. auu.. ibu... Astagfirullah. Astagfirullah."
Di bagian lain video, tampak warga menggotong korban yang telah terkulai lemah. Dalam rekaman terdengar suara ibu-ibu yang berada di lokasi kejadian, mengucapkan takbir berkali-kali. "Allahhuakbar. Astagfirulloh, astagfirulloh," ujar seorang ibu.
Diberitakan sebelumnya, Manajer Humas PT KAI Daop 2 Bandung Kuswardoyo membenarkan peristiwa tersebut. "Benar, kemarin (Minggu 5/9/2021) pagi sekitar pukul 08.12 WIB, kereta api KRD lokal Bandung raya tertemper orang di petak jalan antara Cikudapateuh-Kiaracondong," kata Kuswardoyo, Senin (6/9/2021).
PT KAI, ujar Kuswardoyo, sangat menyayangkan masih ada masyarakat yang berkegiatan di lokasi yang bukan peruntukkan dan terlarang. Sampai saat ini, rel kereta api, stasiun, terowongan KA dan jembatan KA menjadi beberapa titik yang sering digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
Padahal, ujarnya, lokasi tersebut dilarang untuk beraktivitas kecuali bagi petugas kereta api yang sedang melaksanakan pekerjaan. "Aktivitas di rel kereta sangat berbahaya, bukan hanya bagi keselamatan perjalanan kereta api, namun juga bagi warga masyarakat yang melakukan kegiatan di lokasi terlarang tersebut," ujarnya.