Layanan pemeriksaan cepat akan diperluas setelah pemerintah pusat mengirim lebih banyak perangkat pemeriksaan. Kebijakan pemeriksaaan cepat belum memungkinkan karena Jabar baru memiliki sekitar 500 test kit.
"Kalau ada drop dari pemerintah pusat yang jumlahnya ribuan itu masuk tahap dua bagi mereka yang memiliki risiko tinggi, baru ujungnya kalau jumlahnya sangat banyak ke masyarakat umum yang memang ingin mengetes secara mandiri," kata Gubernur.
Dia menjelaskan pula bahwa Laboratorium Kesehatan (Labkes) Daerah Jabar sudah bisa melayani pemeriksaan Covid-19.
"Labkes Jabar sudah diakui, kan kemarin proses administrasi, per hari ini sudah masuk, hasilnya Labkes Jabar sama dengan pusat dan diumumkan jadi laboratorium rujukan," katanya.
Emil mengatakan, Pemprov Jabar telah menyiapkan dana Rp48 miliar untuk penanganan Covid-19. Separuhnya akan digunakan untuk membeli perangkat pemeriksaan cepat dari Korea Selatan.