Wagub Jawa Barat Minta Kepala Daerah Naikkan Anggaran untuk Atasi Kekeringan

Andrian Supendi
Wakil Gubernur Jawa Barat meminta pemerintah daerah menaikkan anggaran untuk mengatasi kekeringan. (Foto: iNews.id/Andrian Supendi)

INDRAMAYU, iNews.id - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menyampaikan, dampak kekeringan akibat musim kemarau yang terjadi di sejumlah daerah di Jawa Barat merupakan hal biasa. Menurutnya, ini merupakan sebuah siklus tahunan.

"Untuk menghadapi kekeringan pemerintah provinsi sudah biasa, karena ini merupakan siklus. Cuma informasi yang kami terima kemarin, bahwa hujan tidak akan turun sampai bulan Desember," ujar Uu, kepada iNews.id seusai menghadiri kegiatan di Kampus Universitas Wiralodra Indramayu, Selasa (29/8/2023).

Maka dari itu, Uu meminta kepada para kepala daerah di Provinsi Jawa Barat supaya menganggarkan Anggaran Belanja Tahunan (ABT) ataupun Biaya Tidak Terduga (BTT) lebih banyak lagi untuk menghadapi kekeringan, baik dalam anggaran perubahan 2023 ataupun anggaran penyusunan 2024.

Dikarenakan, lanjut Uu, pemakaian anggaran daerah untuk sebuah kebutuhan tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba, melainkan harus dianggarkan sebelumnya.

"Oleh karena itu saya minta kepada kepala daerah untuk menganggarkan anggaran kekeringan di BTT lebih banyak lagi, baik di perubahan anggaran dan di penyusunan anggaran. Minimal tambah 70 persen," kata Uu.

Di sisi lain, Uu menuturkan, terkait persoalan polusi udara, Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri diberi tugas oleh pemerintah pusat untuk memberikan pengertian kepada masyarakat agar memperbanyak menaman pohon. Tujuannya untuk menyaring udara sekaligus menangkal panas.

"Selain itu, tolong diusahakan kalau memang bisa, kendaraan kita diganti dengan kendaraan listrik. Karena memang kendaraan listrik ramah lingkungan dan yang lainnya," tutur Wakil Gubernur Jawa Barat.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ribuan Hektare Sawah di Karawang Kekeringan, Harga Beras Merangkak Naik

57 tahun lalu

Dampak Kemarau Panjang, Kunjungan Wisatawan ke Embung Nglanggeran Gunungkidul Merosot

57 tahun lalu

Kemarau Panjang, Kebakaran di Makassar Terjadi 359 Kali, Kerugian Rp19,23 Miliar

57 tahun lalu

Super Pedas, Harga Cabai di Kota Baubau Tembus Rp300.000 per Kilogram

57 tahun lalu

Kemarau Panjang, Warga Sangon Kulonprogo Tak Bisa Mandi Setiap Hari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal