"Saya meminta agar orang tua mampu mengawasi anak-anaknya. Misalnya tidak membiarkan anak mengurung diri di rumah, lalu anak diberikan motivasi yang bersifat ukhrowi. Usahakan mereka bisa bergaul dengan teman-temannya," kata Uu.
Dirinya menilai, selain anak diberikan pendidikan yang bersifat duniawi dengan bersekolah tapi pendidikan ukhrowi pun penting. Misalnya dengan memanggil ustaz bagi seroang muslim atau memangil pemuka agama bagi nonmuslim untuk menjaga kepribadian anak biar seimbang. Sehingga diharapkan, jumlah anak-anak di Jawa Barat yang menjadi pasien kecanduan gawai bisa terus ditekan.
"Orang tua jangan juga membiarkan anak bebas main ponsel dengan alasan mereka sibuk dan pusing. Kami berharap bisa menindaklanjuti kejadian ini lewat kebijakan di Pemprov Jabar yang bisa menekan kasus adiksi," ucapnya.