Pengelola waduk pun tak dapat berbuat banyak untuk mendistribusikan air, mengingat waduk tadah hujan ini tak dapat berfungsi maksimal jika tidak ada hujan. Bahkan petugas yang biasanya sehari dua kali membuka pintu air, sejak dua bulan terakhir menutup total karena minimnya persedian air.
"Kondisinya sudah mengering dari pertengahan Juli kemarin. Jadi tidak ada air yang bisa dialirkan untuk pertanian," kata pengelola Waduk Sedong, Iwan Setiawan.
Kini, waduk yang memiliki kedalaman 5-7 meter hanya digunakan untuk kebetuhan warga sekitar. Warga yang biasanya ramai mencari ikan, kini sepi. Ikan-ikan pun banyak yang mati kekeringan di antara tanah yang retak.