Dia mengatakan pasien positif difteri akan diisolasi dan mendapat perawatan intensif di RSUD dr Slamet Garut. Pemkab Garut sendiri sejauh ini telah menyiapkan ruang isolasi bagi pasien positif difteri.
"Ruang isolasi sudah disiapkan. Kalau misal dalam perkembangannya pasien bertambah banyak, ruangan bisa diperbanyak juga. Jadi soal jumlah ruangan isolasi itu sebenarnya fleksibel," ujar dia.
Helmi Budiman juga akan berkonsultasi terkait temuan kasus positif difteri di Kecamatan Samarang, Garut, ini dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Kesehatan. Konsultasi dilakukan agar penanganan positif difteri dapat dilakukan secara tepat.
"Kepada masyarakat, jika ditemukan gejala-gejala difteri seperti batuk, sakit tenggorokan, demam dan lainnya itu segera periksakan ke tempat pelayanan kesehatan. Bisa puskesmas, praktek dokter, bahkan klinik bisa," katanya.
Dia mengatakan wabah difteri bisa dihentikan melalui imunisasi terutama pada anak-anak. Faktor sanitasi lingkungan pun turut menunjang tingkat kesehatan di masyarakat guna mencegah meluasnya suatu penyakit.
"Imunisasi paling utama untuk anak-anak kita. Setelah imunisasi kalau ada yang sakit segera berobat. Masyarakat juga wajib untuk menjaga sanitasi kebersihan lingkungan," kata Helmi Budiman.