Pemilik akun juga memberikan keterangan yang mengindikasikan kuat aksi penjualan foto sebagai NFT di lama OpenSea ini merupakan bentuk protes. Pengunggah foto menulis narasi sebagai berikut:
"Masuk ke ITB, kukira aku akan mendapati kesempatan yang berimbang bagi semua. Tanpa melihat seperti apa aku dahulu, tanpa melihat rupa dan dari mana aku berasal, juga tanpa melihat seberapa banyak materi yang kumiliki. Padahal setahuku, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu. Kukira juga, hati seorang ibu memiliki ketulusan yang tak terbatas pada anak-anaknya. Memberi apa yang dibutuhkan bagi anaknya untuk berkembang, sesuai apa yang sudah menjadi haknya, untuk menjelajah seisi kota dan dunia; untuk tinggal dan berbuat demi masa yang jauh lebih baik.
Namun apa yang kulihat nyatanya berbeda. Ibuku mengelak saat diajak bicara, ibuku lebih memilih tersenyum pada dunia dan berpaling dari anaknya. Menganggap kita tiada, menganggap kita bukan manusia nyata. Materiku diambil tanpa terasa berguna, aku merasa hampa. Aku merasa berduka, kesempatanku dan penerus bangsa kurasa sudah tiada; aku rasa kami telah dianggap mati sejak lama."
Belum diketahui apakah pemilik akun yang mengunggah foto Rektor ITB tersebut seorang mahasiswa, alumnus, pegawai atau pihak lain.
Sampai saat ini, ITB belum memberikan keterangan resmi terkait unggahan foto di OpenSea terabut. Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat ITB Naomi Haswanto belum memberikan konfirmasi terkait kejadian itu. Pesan singkat yang dikirim iNews.id ke Naomi Haswanto belum berbalas.