"Padahal RSUD Dokter Slamet Garut sebagai kepanjangan tangan pemerintah daerah memiliki kebijakan dalam hal pengurangan atau pembebasan biaya yang secara teknis dapat dilaksanakan oleh manajemen," katanya.
Belakangan terungkap, alasan keluarga membawa jenazah dengan menggunakan jasa taksi online lantaran tidak bisa membayar mobil ambulans yang biayanya lebih mahal. Sementara sesuai tarif jasa pada aplikasi taksi online, dari RSUD Garut ke Banjarwangi hanya Rp230.000. Mereka pun diantar seorang perempuan driver transportasi daring Yuny (36).
Merespons hal tersebut, Bupati Garut Rudy Gunawan mengaku keheranan ada warga yang harus membawa jenazah dari RSUD ke Kecamatan Banjarwangi menggunakan aplikasi Grab atau jasa transportasi daring. Padahal menurutnya, pemerintah telah menyediakan mobil ambulans gratis.
"Enggak tau apa motifnya masyarakat bisa nyewa Grab ketimbang ambulans, padahal biaya ambulans gratis," katanya di Garut, Rabu (8/5/2019).
Dia menegaskan, Pemkab Garut sudah menyediakan ambulans untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat yang sakit maupun meninggal dunia secara gratis.