“Setelah mengidentifikasi, kita langsung mengamankan Bapak Agus Juhana di kediamannya dan membawanya ke Mapolsek Banjaran Polresta Bandung,” ujar Sudi.
Dalam pemeriksaan awal, Agus mengaku bertindak spontan karena emosi, bukan karena masalah dengan pihak ambulans.
“Pengemudi motor itu katanya sedang ada masalah keluarga, jadi di jalan tiba-tiba emosi dan mengadang ambulans,” kata Kapolsek.
Untuk menyelesaikan persoalan, polisi kemudian mempertemukan Agus dengan pengemudi ambulans, Rizky, dalam forum mediasi di Mapolsek Banjaran. Kegiatan tersebut dihadiri Satlantas Polresta Bandung, perwakilan Asosiasi Ambulans, dan pemerintah desa setempat.
“Keduanya sepakat berdamai dan membuat surat pernyataan. Selain itu, pengendara motor juga dilakukan penilangan oleh Satlantas Polresta Bandung,” kata Sudi.