Irna meminta maaf atas kejadian tersebut. Dia mengakui, perbuatan I sudah menyalahi aturan.
"Pertama kami minta maaf, menyayangkan apa yang menimpa di sekolah kami," ucapnya.
Irna menduga telatnya para siswa karena ditutupnya akses masuk dari tempat parkir yang terletak di belakang sekolah menuju ke dalam sekolah. Sehingga para siswa harus jalan kaki berputar ke gerbang depan sekolah.
Mengetahui hal itu, oknum guru berinisial I tersebut kemudian mengarahkan para siswa itu untuk berkumpul di lapangan upacara sekolah. Lalu aksi pemukulan terjadi.
"Mungkin karena siswa tidak mendengarkan," ujarnya.
Irna mengatakan sekolahnya selalu mengedepankan span santun. Dia berharap kejadian itu tidak terulang lagi.
"Sekolah ini sangat mengedepankan sopan santun," katanya.