Sebelum mengikuti latsar di Pangandaran Husein diberi kabar untuk membayar uang sebesar Rp270.000 untuk biaya transpor. Karena itu, Husein membuat video untuk menyampaikan dugaan pungli tersebut ke publik dan akhirnya viral di medsos.
"Saya kesel aja. Karena dimintai uang Rp270.000. Padahal tidak ikut rombongan. Saya kan pakai motor. Selain itu, yang tidak juga harus bayar. Di tengah latsar, masih ditagih lagi Rp350.000. Apalagi, tiga bulan pertama, gaji kita belum dibayar, katanya dirapel gitu. Makanya saya lapor.go.id," kata Husein.
Husein mengatakan, video tersebut dibuat lantaran pengajuan pengunduran diri sebagai ASN tidak kunjung ditindaklanjuti oleh dinas terkait di Pangandaran.
Selain itu, Husein mengaku mendapat intimidasi dari beberapa orang pada November 2021 dikarenakan membuat laporan di website lapor.go.id untuk menanyakan perihal biaya dua ratus tujuh pulub ribu tersebut.
"Karena sudah merasa tidak nyaman, saya pun memutuskan untuk berhenti mengajar di SMPN 2 Pangandaran pada Maret 2022," kata Husein ditemui di kediamanya di Kota Bandung.
Sejak saat itu, Husein memilih kembali ke Kota Bandung sambil menunggu surat pengunduran dirinya keluar.