"Nya duka kamana (ya tidak tahu harus lewat mana untuk sampai ke tempat penggembalaan)," jawab ibu yang mengenakan topi caping.
"Ehhh.. karunya teuing atuh (Duuh, kasihan sekali). Seueuran? (Banyak?). Mak kaditu tehnyusur (Ibu ke sana menyusuri) sawah?" tanya Zenni Bima.
"Seueur. Pan kadieu nyandak pare teh (Banyak. Kan lewat sini untuk membawa padi sampai ke kampung)," ucap ibu-ibu.
Zenni Bima mengkhawatirkan warga yang aksesnya harus tertutup oleh Tol Cisumdawu karena tidak ada jalan alternatif untuk ke tempat penggembalaan dan sawah mereka. "Atuh engkena kumaha (Nanti bagaimana?). Kudu (harus) dibangun jembatan penyebarangan," ujarnya.
Ibu-ibu itu mengatakan, luas sawah milik warga Desa Cipelang mencapai 7 hektare. Namun tidak ada akses jalan dari desa ke sawah karena tertutup jalan Tol Cisumdawu. Sedangkan jumlah sapi yang digembalakan di sekitar sawah mencapai 40 ekor.