"Kami sebagai kepala desa seolah-olah diadu domba oleh kebijakan bapak dengan warga kami sendiri. Kadinsos Subang pun cuci tangan, bahwa data diambil RT/RW tidak berguna, hanya data TKS digunakan," ucap dia dalam video viral itu.
Atas video itui, dia mengatakan tindakannya membuat video tersebut tidak bertujuan membuat gaduh. Dia hanya menyampaikan kekhawatiran mengenai kebijakan penerima bansos yang tidak menggunakan data terbaru.
"Saya hanya menyampaikan keluh kesah para seluruh kepala desa, yang intinya kami memohon dalam membuat suatu kebijakan agar dikaji lebih matang," kata dia.